Rabu, 05 Agustus 2015

HIJRAH KU

Assalamualaikum wrwb..

Selamat pagi buat yang waktu pagi
Selamat siang buat yang waktu siang
Selamat sore buat yang waktu sore
Selamat malam buat yang waktu malam
Semoga kalian dalam keadaan sehat wal afiat , atau yang lagi kurang sehat semoga lekas sehat, aamiin

Nama saya "Mufti Fansuri",
Nama yang berikan oleh kakek saya yang kalau dalam Islam kurang lebih artinya "Mufti = Pemberi Keputusan", sedangkan "Fansuri" itu mengambil dari sastrawan Muslim. Dan intinya sih semoga nama yang indah yang udah di kasih ini menjadi doa sebagaimana arti dari nama ini. aamiin

Seiring waktu makin beranjak usia saya. Dari anak kecil yang hanya tau bermain, sekolah, mengaji dan taunya hanya senang kemudian menjadi remaja yang sudah mulai tau gaya, suka sama lawan jenis, dan kemudian masuk ke fase pendewasaan dimana saya di tuntut untuk lebih memaknai apa arti hidup ini.
Mufti kecil dilahirkan dari seorang Bidadari shalehah (Mamah) yang baik, cantik, dan juga seorang guru ngaji walaupun saya tidak di masukan ke pesantren tapi setidaknya ilmu ilmu dasar agama tidak kurang rasanya beliau (Mamah) ajarkan kepada saya. Ingat rasanya dulu saat kecil mamah suka gendong gendong saya kalau beliau ngajar,

Oh iya dulu Mamah saya adalah seorang Qoriah Nasional, yang kesehariannya mengajar di Taman Kanak Kanak dan juga guru private ngaji karena Basic mamah memang kuat dari Al Quran. Semenjak gadis sudah di pondok pesantren, kemudian pendidikan khusus qiroah di beberapa guru qiroah yang sudah sangat senior, sehingga mamah itu kalau ngaji suaranya Subhanallah,, lembut, halus, merdu,, beruntung rasanya dilahirkan dari Bidadari cantik dan Shalehah..

Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara,, :)
dimana anak pertama lebih dituntut untuk bisa mengayomi adik2nya, lebih dewasa, lebih ngasih contoh yang baik buat adik2nya dan juga penanggung jawab keluarga setelah ayah. 
kami adalah keluarga kecil yang amat sederhana, tapi yang membuat saya bahagia adalah setiap hari ba'da maghrib dirumah saya selalu ramai oleh anak anak yang mengaji, sejak kepindahan kami dari bogor kira kira tahun 2000 ke kota Serang-Banten yang hingga sampai saat ini kami hidup tumbuh dewasa sekarang ini Alhamdulillah setiap hari setiap ba'da maghrib masih ramai anak anak kecil yang mengaji bahkan meregenerasi,. :) 

Tumbuh dilingkungan keluarga yang cukup agamis,.apalagi dapet pengajaran langsung dari mamah, yahh kurang bahagia bagaimana lagi sih,, tapi saya sendiri tumbuh beranjak dewasa, bergaul, berteman, jadilah anak remaja yang sudah mulai bandel, ya kalau dibilang ngelawan ya iya,, pernah membangkang sama orang tua, bahkan pernah bikin nangis orang tua, khususnya mamah.. dibilang banyak dosa mungkin iya,, ah rasanya malu kalau menceritakan dosa saya sama orang tua,, ya dosa sama orang tua sudah pasti dosa sama Allah SWT, kan "Ridhallah fii Ridhol walidaen" Ridhonya Allah bergantung Ridhonya orang tua" sedangkan "Sukhtullah fii sukhtil walidaen" Murkanya Allah bergantung Murkanya Allah", setiap bikin orang tua sedih bahkan nangis , diujung selalu ada saya nyesel,, dalam hati membatin "Kenapa saya ini koq bisa seperti itu", dimana dari penyesalan itu lah niat saya ingin berubah jadi lebih baik "Hijrah".. pengen gitu rasanya bikin orang tua bahagia seperti yang mereka selalu doakan setiap hari setiap detik, doa orang tua yang selalu dinadi anaknya,,

Doa itu bekerja, apalagi doa dari orang tua, doa yang mustajab dimana tiada hijab dengan-Nya,,
Proses, semua berproses untuk jadi lebih baik, biasanya kita manusia itu baru sadar baru inget kalau di beri ujian oleh-Nya, ditimpakan masalah, musibah, bahkan bencana, dimana sebenernya itu semua kan sinyal dari Allah, tinggal kita bisa nangkep apa engga sinyal-Nya.. yah namanya orang hidup pasti ada masalah, apapun ceritanya. Saat itu saya sedang merasakan kebingungan, ya diantaranya karena problem hidup.. bertanya dalam hati "Kenapa saya ini begini, kenapa bisa seperti ini" gejolak ini saya pendam sampai berlalunya waktu,,  sampai sampai ibadah Sholat tidak ada efeknya, saya pikir ini hanya badan saya saja yang gerak untuk sholat tapi hati saya masih hampa, "kenapa" saya bilang dalam hati.. saya bilang "Ya ALLAH, Jangan kau takdirkan aku menjadi orang yang Jauh dari-Mu".
Rutinitas ibadah hanya sekedar memenuhi kewajiban, tapi ga ada esensinya,,

Saat itu saya sedang gemar gemarnya membaca motivasi2 tentang kehidupan, bahkan saya ikuti seminar seminar para pemotivator hebat itu, saking senangya saya download video para motivator itu,, dan salah satunya saya mendownload video motivator bersama seorang ustadz kondang, beliau adalah KH. Muhammad Arifin Ilham,, tapi saya bukan mau liat dan denger ceramahnya melainkan liat dan denger sang motivator itu aja.. setiap bagian ceramah ustadz saya cepetin aja videonya lansung, dan itu berlangsung hampir beberapa bulan, padahal saya sering ulang ulang itu video.. dasar hati yang bebal saya bilang dalam hati.

Satu hari disore hari, di dalam runah rumah saya putar ulang lagi video motivator bersama Ustadz Arifin Ilham ini tapi kali ini saya ingin coba dengar dari Awal sampai tuntas. ketika saya dengar Tausiyah ustadz saya hanya bisa diam, ga terasa air mata mengalir netes, saya bergumam dalam hati "Ya Allah, Ya Allah" saya pikir ini hati saya sedang di tampar keras,, saat itu juga saya langsung cari tau keberadaan dan Jadwal Tausiyah Ustadz Arifin ilham ini yang katanya suka mengadakan Zikir Akbar,, akhirnya saya coba cari tau informasinya, dan setelah dapat informasi tempat dan jadwal saya langsung niatkan berangkat, waktu itu siang hari saya pamit dan saya mulai mencium tangan Mamah saya, beliau heran dan nanya "Mau kemana kamu" saya bilang "Mah, aku mau zikir di tempatnya ustad arifin ilham di bogor", mungkin dalam hati mamah heran, bingung, dan juga seneng anaknya mau ke tempat seperti itu, tentunya itu adalah apa yang mamah saya harapkan,, kemudian mamah hanya bilang "Ya udah hati hati kamu dijalan".. setelah pamit saya langsung berangkat menuju bogor dengan menggunakan bis umum jurusan merak-bogor. 
Alhamdulillah sesampainya disana kesan pertama saya adalah merasakan ketenangan, padahal belum masuk mesjid. ga perlu lama lama saya langsung masuk mesjid untuk bersih bersih, ambil wudhu dan rapih rapih ganti pakaian saya lihat pelan pelan ini mesjid koq sepertinya saya pernah kesini, saya coba ingat,, eh ternyata benar, saya dulu pernah kesini tapi lagi lagi hanya untuk menghadiri seminar motivator yang videonya saya setel ulang tadi. emang dasar belum ada hidayah,, innalillah.. 
saya langsung istighfar, ga lama saya langsung ke ruang utama mesjid di atas, memulai untuk sholat sunnah saya sujud dengan amat khusyuk dan bergumam "Ya Allah beri aku hidayah-Mu", saya rasakan ketenangan yang amat sangat, sambil nunggu waktu sholat fardhu berjamaah saya menikmati suasana Mesjid ini, namanya Mesjid Az Zikra, dulu namanya Mesjid "Muamar Qaddafi/Qaddafi Islamic Center" yang merupakan pendana berdirinya mesjid yang kini berganti nama menjadi mesjid Az Zikra.
Memasuki waktu Isya (karena waktu saya datang sudah lewat Maghrib) saya masuk Shaf depan dalam sholat Isya itu,, alunan takbir sang imam yang kemudian dilanjutkan dengan melantukan suratul Fatihah dengan sangat indah membuat saya hanya diam dan merasakan ketenangan, sesekali air mata ini menetes oleh karena saking terhanyut dalam keindahan ayat ayat suci Al Quran yang dilantukan oleh sang Imam sholat,, Ya Allah aku merasakan kebahagiaan dan ketenangan disini,, Terima kasih ya Allah..

Selesai sholat dan melakukan ibadah2 sunnah lainnya saya ingin sekali istirahat karena memang harus tidur.. soalnya jam 2 malam ada kegiatan Qiyamul Lail berjamaah di Mesjid Az Zikra ini.. saya pun istirahat kemudian bangun jam 2 pagi, rasa kantuk menyerang karena jarang sekali saya sholat malam akhirnya saya paksa ikut, dan Alhamdulillah,, lagi lagi ketika Imam sholat malam membacakan ayat ayat suci Al Quran dengan sangat merdu, indah dan tartil menetes lagi air mata ini, eh rupanya bukan saya aja yang nangis, rata rata semua hampir nangis,,apalagi pas Imam berdoa dengan Qunut nya, saya sih ga paham artinya hanya yg saya paham ada kata kata "Taubat" , "Maut", "Khusnul Khotimah", lalu berdoa untuk para mujahidin, dan doa untuk orang tua, nah ini yang membuat saya ga kuat ketika ada doa untuk orang tua karena yang terbayang dipikiran saya adalah wajah orang tua saya yang mana banyak saya durhakai.. ya Allah.. saya hanya bisa meng-Aminkan saat doa doa itu di lantunkan.. :(
Menangis lah, karena menangis itu melembutkan hati dan tanda hatimu masih ada kelembutan.

Ga kerasa waktu memasuki waktu shubuh dan kita kembali berjamaah dan dilanjutkan dengan Tausiyah dari beberapa ulama, dan saya nyempatkan buat rehat sebentar karena katanya acara zikirnya di mulai jam 8, oh iya.. ini adalah Acara rutinan bulanan, Zikir Akbar dan Muhasabah yang diadakan setiap bulan di minggu pertama. 
Acara pun segera di mulai, Ustadz Arifin mulai mengangkat mic diawali salam,, ohh suara serak nya yang khas yang saya hanya biasa dengar di TV ataupun di Internet kini saya saksikan dan dengar langsung membuat saya bergetar, mengawali tausiah sebelum zikir beliau bertausiah dengan khasnya ya itu tentang "Dosa, Taubat, dan Kematian" hancur rasanya hati saya seperti di gebuk.. teringat dosa dengan orang tua, teringat semua terbayang,,sampai Zikir dan Doa pun saya hanya bisa menangis,, 
selepas acara selesai berkemas untuk pulang tentunya tak lupa sholat dzuhur dahulu..
ketika pulang, di perjalanan saya hanya diam teringat ceramah dan doa zikir tadi,, kalau ingat nangis lagi, ingat lagi, nangis lagi,,, diperjalanan saya berniat untuk minta maaf kepada Mamah, Ayah sesampainya dirumah nanti,, 
DAN sesampainya dirumah saya tak sempat banyak bicara saya cium tangan mamah sambil nangis saya bilang "Mah maafin fani, maafin fani", mamah pun ikut menangis dan berucap "Mamah juga minta maaf sama kamu" dipeluknya saya, dan itulah terahir kalinya mamah memeluk saya dikala sehat,, ya terakhir kalinya,, saya bilang terakhir kalinya, karena Mamah saya berpulang ke Rahmatullah 4 bulan setelahnya, 

Banyak lah dosa dosa saya kepada beliau, tak bisa terbalaskan walau saya dikuliti hidup hidup lalu saya berikan kulit saya kepada mamah saya tidak akan bisa terbalaskan dengan satu tarikan nafas saat dia melahirkan kita ke dunia..
Belum sempat banyak saya bahagiakan beliau, 
Yang saya hanya bisa lakukan adalah mendoakan, dan mudah2an atas doa mamah saya dulu ketika hidup mendambakan saya menjadi anak yg Sholeh saya bisa menjadi anak yg Sholeh,,

Ya Allah Ya Rohman Ya Rohim,
Rahmati ampuni dosa dosa ayah mamah, yang masih hidup apalagi yang sudah wafat..
jadikan kubur beliau Raudhoh min Riyadil Jinan,, Taman diantara taman taman syurga-Mu.. kumpulkan mereka dengan orang orang sholeh.. Apabila ada amal kebaikan yang kami lakukan maka jadikan lah ini amal untuk orang tua kami yang telah wafat.. aamiin
dan mudah mudahan saya bisa menjadi penerus Mamah yang hidupnya sangat dekat dan tidak bisa pisah dengan Al Qur'an dan menjadi pengajar Al Qur'an,, aamiin


INI LAH AWAL SAYA HIJRAH, 
Bukanlah saya ini orang yang baik, yang sholeh, tapi minimal jadi orang yang lebih baik..
Yang mungkin dulu kalau ibadah hanya sekedar rutinitas kewajiban saja, kini harus ada pembuktian daripada ibadah itu.  
Karena hidup ini kan tempat mencari bekal, untuk di Akhirat nanti selama lama lamanya..

Ya Allah bimbing lah selalu hambamu yang lemah ini,


ditulis oleh : Mufti Fansuri






  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar